Puluhan Siswa di Kokop Diduga Jadi Korban Keracunan MBG, Ketua PKDI: Ini Kelalaian Berjamaah

Siswa siswi saat dilakukan perawatan di Puskesmas Kokop, yang didampingi oleh wali murid dan warga. (Foto : Istimewa).

Bangkalan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi bagi pelajar justru berubah menjadi petaka. Sebanyak 52 siswa di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi paket MBG yang disalurkan pada Kamis (04/06/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban berasal dari SMAN 1 Kokop, MTs Bandasoleh, dan SDN 1 Bandasoleh. Dari total korban, 48 siswa telah dipulangkan untuk menjalani rawat jalan, sementara beberapa lainnya masih menjalani perawatan intensif karena kondisinya memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Peristiwa ini sontak memicu kekhawatiran masyarakat. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dupok 1 Kecamatan Kokop yang berada di bawah naungan Yayasan Langkah Bersama Kita (LBK).

Ketua PKDI Kecamatan Kokop, Moch. Kudrot, menilai insiden tersebut tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Ia bahkan menyebut peristiwa itu sebagai bentuk kelalaian berjamaah pengelolaan MBG yang harus diusut dan dievaluasi secara menyeluruh.

“Saya yakin kelalaian ini bermula dari komposisi makanan yang tidak sesuai, atau bahkan dikhawatirkan ada bahan makanan yang sudah kedaluwarsa yang diberikan kepada siswa sehingga menyebabkan keracunan,” tegas Kudrot saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Kamis, (04/06/2026).

Menurutnya, tragedi yang menimpa puluhan pelajar tersebut menjadi alarm keras bagi seluruh pihak yang terlibat dalam rantai penyediaan dan pengawasan MBG. Ia meminta agar kualitas bahan baku, proses pengolahan hingga distribusi makanan diperiksa secara transparan.

Exit mobile version