Pernyataan Kontroversial Kepsek SDN Tanah Merah Laok 1, Disdik Turun Tangan

Ali Yusri Purwanto, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. (Foto : Jatiminfo.id).

Bangkalan – Polemik pengelolaan sarana pendidikan di Kabupaten Bangkalan kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke SDN Tanah Merah Laok 1 setelah muncul pernyataan kontroversial dari kepala sekolah yang menyebut kerusakan gedung sekolah sengaja tidak diperbaiki agar bisa mendapatkan anggaran rehabilitasi dari pemerintah.

Pernyataan tersebut langsung memantik reaksi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan. Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan, Yusri, memastikan pihaknya akan segera memanggil kepala sekolah yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.

Menurut Yusri, pihak dinas tidak bisa mengabaikan pernyataan tersebut karena menyangkut tanggung jawab moral dan profesional seorang kepala sekolah dalam menjaga fasilitas pendidikan.

“Pernyataan itu akan kami klarifikasi. Kalau memang benar ada pemikiran seperti itu, tentu sangat disayangkan. Kepala sekolah seharusnya menjaga dan merawat fasilitas sekolah, bukan justru membiarkannya rusak dengan harapan mendapat bantuan rehab,” tegas Yusri. Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam aturan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kerusakan bangunan dengan kategori ringan sebenarnya dapat ditangani melalui anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana.

“Kalau rusak ringan, di bawah tiga puluh persen, itu bisa dianggarkan melalui Dana BOS pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana. Jadi kalau kepala sekolah punya mindset seperti itu, jelas keliru. Berarti kepala sekolah ini tidak mempunyai rasa empati terhadap kondisi sekolah,” ujarnya.

Exit mobile version