Ia menilai pernyataan Ketua PGRI Bangkalan telah melukai marwah profesi wartawan dan pegiat kontrol sosial yang selama ini menjalankan fungsi pengawasan terhadap dunia pendidikan dan penggunaan anggaran publik.
Tak hanya itu, FRIC juga mendesak Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan agar segera mundur dari jabatannya.
“Kami mendesak Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan untuk segera mundur dari jabatannya karena dinilai tidak mencerminkan sosok seorang pendidik,” lanjutnya.
Selain menggelar aksi demonstrasi, FRIC turut meminta Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengambil langkah tegas atas polemik tersebut.
“Kami meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan untuk segera mencopot Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan yang diduga telah melecehkan profesi media dan LSM,” sambung Imam Arifin.
Pernyataan kontroversial Ketua PGRI Bangkalan sebelumnya viral di berbagai platform media sosial dan menuai kecaman dari banyak pihak. Ucapan yang menyebut media dan LSM sebagai “penyakit” bagi kepala sekolah dan guru dianggap mencederai hubungan kemitraan antara insan pendidikan, pers, dan lembaga kontrol sosial.
Meski klarifikasi dan permintaan maaf telah disampaikan secara terbuka, sejumlah organisasi media dan aktivis menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan permintaan maaf. Mereka menuntut adanya tanggung jawab moral serta langkah tegas agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
Aksi yang direncanakan melibatkan ratusan massa dari berbagai daerah di Jawa Timur itu diperkirakan akan menjadi perhatian publik luas dalam beberapa hari ke depan.

