Bangkalan – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Galis, Kabupaten Bangkalan, kembali menuai sorotan tajam masyarakat. Sejumlah keluhan warga mencuat ke permukaan dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam sebutan komentar yang cukup tajam, warganet memperlihatkan akumulasi kekecewaan yang dinilai bukan baru terjadi belakangan ini, melainkan sudah menjadi konsumsi sehari-hari.
Salah satu warganet, akun Facebook Naufal Freyadi, menyebut bahwa keluhan terhadap Puskesmas Galis telah lama dirasakan masyarakat di berbagai desa di Kecamatan Galis.
“Memang keluhan masyarakat di desa-desa Kecamatan Galis. Banyak kecewanya,” tulisnya.
Keluhan tersebut diperkuat oleh kesaksian akun Moch Salman Zifa, yang mengaku menyaksikan pasien dipulangkan meski belum sepenuhnya pulih.
“Kemarin ada yang kecelakaan belum sembuh dipaksa pulang, padahal bayar tidak ditanggung BPJS,” tulisnya.
Pengalaman serupa juga disampaikan akun Istiadah Tia Dah, yang mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan saat hendak melahirkan.
“Sama pelayanan bidannya juga, saya mau lahiran gara-gara infus tidak masuk-masuk malah ngomel ke saya,” tulisnya.
Sementara itu, akun Putra Fajar menyebut adanya pasien yang diduga ditolak hingga terpaksa mencari pelayanan kesehatan di tempat lain.
“Keponakan saya sakit setep, ditolak dan terpaksa dibawa ke Puskesmas Modung,” tulisnya.
Deretan kesaksian tersebut memicu pertanyaan publik terkait kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Galis. Warganet menilai keluhan yang terus berulang menunjukkan perlunya evaluasi serius agar persoalan serupa tidak terus terulang dan merugikan masyarakat.
