Komisi IV DPR Janji Fasilitasi Pertemuan Petani Karet dan Kementan

Ketua Umum APKARINDO Irfan Ahmad Fauzi menyerahkan berkas aspirasi petani karet kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman usai Rapat Dengar Pendapat Umum (Foto: Zayyan GA)

Jakarta — Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) membawa aspirasi petani karet dari berbagai daerah dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Salah satu tuntutan utama adalah agar komoditas karet masuk dalam skema pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Bagi APKARINDO, pertemuan tersebut menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya petani karet secara langsung diterima dan menyampaikan aspirasinya di DPR RI. Ketua Umum APKARINDO Irfan Ahmad Fauzi berharap momentum ini menjadi awal perhatian yang lebih serius terhadap persoalan karet rakyat.

“Ini sejarah besar bagi petani karet. Semoga aspirasi kami benar-benar didengar dan ditindaklanjuti. Kami menyampaikan terima kasih kepada Komisi IV DPR RI yang telah menerima kami,” ujar Irfan.

RDPU dihadiri Ketua Umum APKARINDO Irfan Ahmad Fauzi, Ketua DEKARINDO Erwin Tunas, Direktur Eksekutif GAPKINDO, serta perwakilan DPW APKARINDO Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Banten. Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman, bersama Wakil Ketua Komisi IV Ahmad Yohan dan sejumlah anggota Komisi IV lainnya.

Irfan menyampaikan, karet merupakan komoditas strategis dengan sekitar 3,21 juta hektare perkebunan, produksi 2,1 juta ton dan sekitar 2,3 juta petani. Namun produksi nasional turun dari 3,68 juta ton pada 2017 menjadi 2,1 juta ton pada 2025.