Ketua BEM FKIP UTM Kritik Budaya Seremonial Kampus: Pendidikan Butuh Intelektual Progresif

Ketua BEM FKIP UTM, Dimas Hanafi Putra, menyerukan kebangkitan intelektual mahasiswa dalam Dies Natalis FKIP UTM di Bangkalan. (Foto: Jatiminfo.id).

Bangkalan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menegaskan, pentingnya kebangkitan intelektual mahasiswa dalam momentum Dies Natalis FKIP UTM pada Senin, (12/05/2026).

Ketua BEM FKIP, Dimas Hanafi Putra, menyebut kampus tidak boleh hanya menjadi ruang seremonial akademik, melainkan pusat lahirnya intelektual muda yang kritis, progresif, dan berpihak pada masa depan pendidikan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Dimas saat pembukaan Dies Natalis FKIP yang digelar di halaman FKIP UTM, Jalan Raya Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

“Dies Natalis bukan hanya agenda tahunan yang penuh formalitas. Ini momentum refleksi untuk melihat sejauh mana pendidikan benar-benar berpihak pada kualitas, keadilan, dan kemajuan generasi bangsa,” kata Dimas dalam sambutannya.

Menurutnya, FKIP memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, dan kemampuan menjawab tantangan zaman.

Ia menilai mahasiswa FKIP harus hadir bukan sekadar sebagai peserta perkuliahan, melainkan intelektual muda yang membawa gagasan, kepedulian, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Senada dengan itu, Dr. Badrud Tamam, S.Si., M.Pd. Dekan FKIP UTM mengatakan Dies Natalis harus dimaknai sebagai momentum memperkuat kualitas akademik dan membangun karakter pendidik yang humanis serta inovatif.

Exit mobile version