Pasar Mangkrak Disorot, Pemkot Mojokerto Diduga Abaikan Aset Miliaran

Gedung Pasar Milyaran Rupiah Kota Mojokerto Mangkrak. (foto : Jatiminfoid).

Mojokerto — Lebih dari Rp11,5 miliar anggaran publik telah digelontorkan untuk membangun Pasar Rest Area Gunung Gedangan dan Pasar Prapanca di Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Namun, alih-alih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, kedua bangunan tersebut kini justru minim aktivitas dan dipenuhi kios kosong, memicu sorotan publik serta dugaan potensi penelantaran aset daerah.

Berdasarkan data pembangunan, Rest Area Gunung Gedangan dibangun secara bertahap sejak 2019 hingga 2022 dengan total anggaran sekitar Rp7,5 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) serta APBD Kota Mojokerto. Proyek tersebut awalnya dirancang sebagai pusat kuliner dan sentra UMKM guna menggerakkan ekonomi masyarakat di kawasan pintu masuk kota.

Namun kondisi di lapangan menunjukkan aktivitas yang jauh dari harapan. Sejumlah kios tampak kosong dan kawasan rest area kerap terlihat lengang. Lokasi yang berada di jalur cepat bypass disebut menjadi salah satu faktor rendahnya kunjungan masyarakat.

Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Prapanca. Pasar yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp4 miliar melalui dana pembantuan pemerintah pusat itu hingga kini belum mampu menarik pedagang secara maksimal. Banyak los dan kios masih tertutup meski bangunan telah lama selesai dibangun.

Sejumlah warga menilai pembangunan pasar tidak diikuti strategi pengelolaan yang matang sehingga aset yang telah menghabiskan anggaran besar belum memberikan manfaat ekonomi nyata.

Exit mobile version