Kasus Pengrusakan Warung Madura di Jakarta Pusat, DPR RI Minta Panglima TNI Bertindak Tegas

Slamet Ariyadi, anggota DPR RI Fraksi PAN usai menemui Panglima TNI Agus Subiyanto, terkait kasus pengrusakan warung madura di Kemayoran Jakarta Pusat oleh oknum TNI. (Foto : Istimewa).

Jakarta – Dugaan kasus pengrusakan Warung Madura di wilayah kemayoran, jalan Kodam, Sumur Batu, Jakarta Pusat, mendapat kecaman dari anggota DRR RI, Slamet Ariyadi, dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), karena dinilai tindakan yang tidak proporsional dan sangat merugikan bagi pelaku usaha kecil.

Keributan bermula di sebuah Warung Madura di kawasan Sumur Batu, Kemayoran Jakarta Pusat, pada Minggu, 3 Mei 2026. Kasus itu diduga dipicu adanya ketidaksepakatan terkait biaya admin QRIS sebesar Rp1.000 saat seorang oknum anggota TNI hendak membeli rokok. Lalu, anggota TNI tersebut melakukan tindakan yang anarkis dengan merusak warung madura.

Slamet Ariyadi, anggota DPR RI Fraksi PAN menegaskan, perusakan terhadap usaha milik masyarakat kecil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia menyayangkan arogansi yang ditunjukkan oknum TNI merupakan pelanggaran yang fatal.

Bahkan, ia meminta kepada Panglima TNI Agus Subiyanto untuk segera bertindak tegas terhadap perlakuan anggotanya yang telah merusak warung madura tempat usaha masyarakat.

“Jangan sampai ada tindakan yang merugikan masyarakat kecil. Warung Madura adalah usaha rakyat yang harus dilindungi bersama. Saya minta kepada Panglima TNI agar bertindak tegas terhadap oknum TNI tersebut,” ujarnya. Jumat, (08/05/2026).

Dirinya mengaku telah melakukan koordinasi dengan Panglima TNI untuk melakukan penyelidikan terhadap oknum yang telah melakukan aksi kekerasan dan perusakan tersebut. Ia berharap apabila nanti terbukti melakukan perusakan, maka ia meminta untuk diproses sesuai peraturan dan Undang-undang yang berlaku.

Exit mobile version