“Saya sudah berkoordinasi dan meminta Panglima TNI dan aparat terkait bertindak tegas terhadap pelaku perusakan. Negara tidak boleh kalah dengan aksi-aksi yang merugikan rakyat kecil,” tukasnya.
Tindakan ini, lanjut Slamet Ariyadi, dianggap kejam karena menyasar pedagang kecil yang melayani masyarakat selama 24 jam penuh dan bergantung sepenuhnya pada pendapatan harian warung kelontong tersebut.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, setiap prajurit yang terlibat dalam keributan tersebut akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku jika terbukti melakukan pelanggaran,” pungkasnya.
