Opini  

Guru Rupa, Guru Sabda, Guru Laku, dan Pencarian Guru Sejati

Heri Isnaini.

Dalam filsafat pendidikan modern, salah satu gagasan yang dapat kita pertemukan dengan pembahasan ini ialah reflective practice, yakni praktik reflektif yang antara lain dikembangkan Donald Schön. Seorang profesional tidak cukup hanya menguasai teori dan menerapkan prosedur yang sudah tersedia. Ia perlu merefleksikan tindakannya, membaca situasi yang dihadapi, dan meninjau kembali keputusan ketika pengalaman memperlihatkan sesuatu yang sebelumnya tidak disadari.

Bagi guru, praktik reflektif berarti kesediaan memeriksa kembali proses pembelajaran. Ketika murid tidak memahami materi, guru tidak semestinya langsung menyimpulkan bahwa murid kurang berusaha. Ia perlu mempertimbangkan apakah penjelasannya terlalu abstrak, apakah contoh yang digunakan sesuai dengan pengalaman murid, atau apakah metode pembelajaran memberi kesempatan yang cukup untuk bertanya. Refleksi semacam ini menjadikan guru bukan hanya pelaksana kurikulum, tetapi juga pembelajar yang terus memperbaiki praktik pedagogisnya.

Dalam kerangka tersebut, pencarian guru sejati dapat dibaca sebagai pencarian terhadap integritas: keselarasan antara pengetahuan, tindakan, dan kesadaran akan keterbatasan diri. Guru yang baik bukan orang yang menganggap dirinya telah selesai memahami kehidupan, melainkan orang yang bersedia memeriksa kembali pengetahuannya ketika berhadapan dengan bukti, pengalaman, dan pertanyaan yang lebih mendalam. Ia membimbing tanpa menutup kemungkinan dialog dan mengajarkan tanpa meniadakan daya pikir murid.

Exit mobile version