Dua Ruang Kelas Ambruk, PC IPNU Sebut Bukti Gagalnya Prioritas Pendidikan di Bangkalan

Ruang di SDN Kajuana4 ambruk tak tersisa, ( Foto : Istimewa).

Bangkalan — Dua ruang kelas di SDN Kajuana 4, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, ambruk pada Selasa, 25 November 2025. Peristiwa tersebut memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Bangkalan yang menilai kejadian ini sebagai bukti nyata gagalnya pemerintah daerah dalam memprioritaskan sektor pendidikan.

Bangunan kelas yang roboh diketahui merupakan gedung lama yang berdiri sejak era 1980-an. Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan sebelumnya telah membenarkan kondisi bangunan yang sudah lama mengalami kerusakan. Beruntung, insiden terjadi di luar jam sekolah sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Meski demikian, kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu. Siswa kelas 1 dan 2 kini terpaksa belajar secara darurat, bahkan menumpang di teras salah satu rumah warga. Kondisi ini memunculkan kecemasan di kalangan guru, wali murid, dan siswa karena mencerminkan terabaikannya hak dasar pelajar Bangkalan untuk memperoleh pendidikan yang aman dan layak.

Wakil Sekretaris VI Bidang Sosial dan Pemerintahan PC IPNU Bangkalan, Taufikil Hakim, menegaskan bahwa ambruknya bangunan sekolah tersebut tidak dapat dianggap sekadar musibah, melainkan bentuk kelalaian serius dalam pengelolaan anggaran pendidikan.

“Ini adalah kegagalan nyata dalam prioritas pembangunan daerah. Konstitusi kita sudah jelas mewajibkan negara memprioritaskan anggaran pendidikan, namun bangunan sekolah dibiarkan rapuh hingga ambruk. Ini alarm keras bagi dunia pendidikan Bangkalan,” tegasnya.

Exit mobile version