“Kami tidak mencari panggung. Kami hanya menuntut kepastian. Jika tidak ada tanda tangan dalam waktu dekat, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih besar,” kata Samadi.
Audiensi yang diharapkan menjadi ruang penyelesaian justru memperlihatkan masih adanya jarak pandangan antara pemerintah daerah dan massa aksi. Kini keputusan berada di tangan Pemerintah Kabupaten Malang, apakah akan mengambil langkah konkret atau menghadapi gelombang aksi lanjutan dalam waktu dekat.
