Bangkalan – Besarnya anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana di SDN Kraton 2 Bangkalan diduga tidak sebanding dengan kondisi bangunan sekolah yang masih memprihatinkan. Meski dana yang digelontorkan disebut mencapai lebih dari Rp100 juta pada tahun 2025, fakta di lapangan justru menunjukkan plafon bolong, atap rapuh, hingga dinding mengelupas masih dibiarkan terbengkalai.
Ironisnya, ruang guru yang seharusnya menjadi tempat aman bagi tenaga pendidik justru terlihat memprihatinkan. Plafon di ruangan tersebut dilaporkan nyaris roboh dan membahayakan keselamatan.
Kepala SDN Kraton 2, Erma Agustiningsih, saat dikonfirmasi terkait penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana mengaku tidak hafal detail anggaran tanpa melihat dokumen.
“Saya nggak hafal kalau nggak lihat berkas mas. Kalau peruntukannya buat pengecatan kamar mandi, dinding depan, ganti plafon di depan kelas 2A, genteng juga banyak yang sudah jatuh, dinding di belakang banyak yang sudah berjatuhan,” ujarnya. Senin, (25/5/2026).
Namun pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi nyata di sekolah. Sejumlah plafon masih tampak bolong menganga, sementara dinding kamar mandi yang diklaim sudah dicat ulang justru terlihat kusam, mengelupas, dan tidak menunjukkan adanya bekas pengecatan baru.
Situasi ini memunculkan dugaan kuat bahwa penggunaan anggaran pemeliharaan sekolah tidak berjalan maksimal. Publik pun mempertanyakan ke mana aliran anggaran ratusan juta tersebut digunakan jika kondisi bangunan sekolah masih jauh dari layak.
