Ia menyampaikan, pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan tersebut dengan turun langsung ke lapangan bersama tim teknis untuk memastikan apakah rekomendasi perbaikan yang telah dicatat sebelumnya sudah dilaksanakan oleh pelaksana proyek atau belum.
“Besok kami bersama tim teknis akan turun kembali ke lapangan untuk mengkroscek apakah catatan yang sudah kami sampaikan itu sudah ditindaklanjuti atau belum,” jelasnya.
Yusri menegaskan, seluruh temuan tersebut masih menjadi tanggung jawab penuh pihak pelaksana proyek, mengingat masa pemeliharaan bangunan masih berlaku.
“Ini masih menjadi tanggung jawab pelaksana, karena memang ada masa pemeliharaan selama enam bulan. Kami pastikan jaminan pemeliharaan itu tidak akan kami serahkan selama pekerjaan yang menjadi catatan belum diperbaiki,” tegas Yusri.
Kasus ini memunculkan sorotan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas proyek pendidikan di Bangkalan, terlebih menyangkut fasilitas belajar siswa yang seharusnya dibangun dengan kualitas terbaik demi keselamatan dan kenyamanan proses belajar mengajar.
