Susu Mbok Darmi akhirnya mengajarkan satu hal penting bahwa dalam ekonomi perhatian (attention economy), yang paling berharga bukan sekadar produk yang baik, melainkan kemampuan sebuah merek menciptakan pengalaman linguistik yang terus hidup di dalam benak konsumen. Pada merek ini, pengalaman itu dimulai sejak nama produk dibaca, diperkuat oleh slogan “Sehatkan tubuhmu dengan susuku”, lalu dipertahankan melalui maskot yang menjadi penuturnya. Yang dijual bukan hanya segelas susu, melainkan sebuah permainan makna. Barangkali, yang membuat orang akhirnya datang membeli bukan semata-mata rasa susunya, melainkan rasa penasaran yang telah lebih dahulu dibangun oleh bahasa.
Penulis:
Heri Isnaini adalah dosen sastra di IKIP Siliwangi, Cimahi, Jawa Barat. Ia pernah mengajar Bahasa Indonesia di sejumlah sekolah di Kota Bandung pada 2007–2020. Lahir di Subang pada 17 Juni, Heri aktif menulis artikel, esai, dan karya sastra yang telah dipublikasikan di berbagai media massa cetak maupun daring. Saat ini, ia juga menjadi kontributor RNSI dan Literatura Nusantara.
