Bangkalan – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Pandan Lanjang, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, kembali menjadi sorotan tajam. Sejumlah item penggunaan anggaran dinilai janggal dan memunculkan tanda tanya besar, terutama pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana serta pengembangan perpustakaan.
Kepala SDN Pandan Lanjang, Ahmad Bahaudin, mengakui bahwa anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana digunakan untuk pembelian sejumlah barang.
“Iya, untuk pemeliharaan itu kami gunakan beli laptop, sound system dan bangku,” ujar Ahmad Bahaudin saat dikonfirmasi. Minggu, (1/3/2026).
Pengakuan tersebut memicu polemik. Pasalnya, secara nomenklatur dalam petunjuk teknis Dana BOS, pos pemeliharaan sarana dan prasarana lazimnya diperuntukkan untuk perawatan atau perbaikan fasilitas yang sudah ada, bukan untuk pengadaan barang baru seperti laptop dan sound system.
Tak hanya itu, sorotan juga mengarah pada anggaran pengembangan perpustakaan yang tercatat menyerap dana sebesar Rp9.735.000. Saat dikonfirmasi terkait realisasi detail anggaran tersebut, Ahmad Bahaudin hanya menjawab singkat.
“Banyak, Pak,” katanya.
Namun berdasarkan pantauan di ruang perpustakaan sekolah, jumlah koleksi buku yang tersedia terlihat minim dan belum mencerminkan besarnya dana yang telah digelontorkan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi rincian pembelanjaan buku maupun item lain dalam pos pengembangan perpustakaan.
