Jakarta – Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama bersama Buka Buku Festival dan Islamic Book Fair telah menjangkau 12 pondok pesantren di lima provinsi melalui program Roadshow Ngaji Literasi hingga akhir Oktober 2026. Kelima provinsi tersebut adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Sejak mulai disosialisasikan pada 14 Agustus 2026, program ini disambut positif kalangan pesantren. Antusiasme santri tampak pada tingginya minat mereka mengikuti pelatihan kepenulisan dan pengenalan proses penerbitan buku. Melalui program ini, santri didorong meningkatkan kemampuan menulis. Mereka juga dibekali pemahaman tentang cara mengembangkan gagasan, menghasilkan karya, hingga menerbitkannya agar dapat diakses masyarakat luas.
Selain pelatihan, Roadshow Ngaji Literasi menghadirkan bazar buku langsung di lingkungan pesantren. Bazar ini mendekatkan akses santri pada bahan bacaan berkualitas, sehingga penguatan literasi tidak berhenti pada keterampilan menulis tetapi juga membangun budaya membaca.
Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, di Jakarta (02/11/2026), menyambut baik dan mendukung program ini. Menurutnya, pesantren memiliki modal literasi yang kuat.
“Pesantren sejak lama adalah rumah bagi tradisi literasi, mulai dari pengajian kitab kuning, diskusi, kajian, hingga transmisi keilmuan antargenerasi. Tradisi ini perlu kita lanjutkan agar santri tidak hanya menjadi pembaca dan pengkaji ilmu, tetapi juga produsen pengetahuan yang karyanya bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Basnang Said.
