Roadshow Ngaji Literasi Jangkau 12 Pesantren di Lima Provinsi, Ditjen Pesantren: Santri Harus Produktif Menulis dan Berkarya

Basnang Said, Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI (Foto: Zayyan GA)

Ia menambahkan, khazanah keilmuan pesantren, termasuk pemikiran para kiai dan pengalaman intelektual di lingkungan pesantren, perlu terus didokumentasikan, dikembangkan, dan dipublikasikan dalam berbagai bentuk karya tulis.

Direktur Pemberdayaan Pesantren, Yusi Damayanti (03/11/2026), menilai program ini sejalan dengan upaya penguatan kapasitas santri.

“Kami ingin santri memiliki keterampilan yang utuh, tidak hanya mendalami ilmu agama tetapi juga mampu mengekspresikan dan mempublikasikan gagasannya. Kemampuan menulis dan memahami proses penerbitan menjadi bekal penting agar santri produktif dan berdaya,” kata Yusi Damayanti.

Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pesantren. “Antusiasme santri di berbagai daerah menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang berkarya itu nyata. Ini harus kita jawab bersama,” ujarnya.

Program ini akan dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan menjangkau lebih banyak pesantren dan santri. Cakupan wilayahnya juga akan diperluas, tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga ke berbagai wilayah Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, Ditjen Pesantren, Buka Buku Festival, dan Islamic Book Fair berharap dapat membangun ekosistem literasi pesantren yang lebih kuat. Harapannya, lahir generasi santri yang berilmu agama mendalam, produktif, kreatif, dan mampu berkontribusi bagi khazanah pengetahuan dan peradaban melalui karya tulis.

Berikut daftar 12 pondok pesantren yang telah dikunjungi dalam rangkaian Roadshow Ngaji Literasi:

Exit mobile version