Bangkalan – Upaya memutus mata rantai penularan Tuberkulosis (TB) terus digencarkan. Puskesmas Tanjung Bumi menggelar kegiatan Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) di Balai Desa Banyusangkah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, sebagai bagian dari percepatan penemuan kasus TB secara dini di masyarakat.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Sejak pagi, masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian skrining kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Tanjung Bumi. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi secara dini infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis sebelum berkembang menjadi penyakit aktif sekaligus menemukan kasus-kasus TB yang belum terlaporkan.
Kepala Puskesmas Tanjung Bumi, Winarti, mengatakan bahwa Skrining Sistematis Tuberkulosis merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat eliminasi TB. Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama agar penderita segera mendapatkan pengobatan sehingga risiko penularan kepada orang lain dapat ditekan.
“Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit yang harus mendapat perhatian serius. Bahkan, TB termasuk dalam lima program prioritas nasional di bidang kesehatan. Karena itu, kami terus melakukan penemuan kasus secara aktif melalui skrining di tengah masyarakat agar penderita bisa diketahui sejak dini dan segera mendapatkan pengobatan,” ujar Winarti. Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, banyak penderita TB yang tidak menyadari dirinya telah terinfeksi karena gejalanya sering dianggap sebagai batuk biasa. Tidak sedikit pula pasien yang enggan memeriksakan diri hingga kondisi penyakitnya semakin parah.
