“Efeknya luar biasa untuk UMKM, rumah makan, dan penginapan. Peserta dari luar daerah makan, minum, tidur di sini. Banyak juga yang beli bahan bonsai langsung dari Pamekasan,” jelasnya.
Dalam proses penjurian, kata Nana, PPBI memiliki standar penilaian yang menjadi pedoman para juri. Penilaian mencakup gerak dasar pohon, keseimbangan, keserasian, total performa, hingga detail batang, dahan, cabang, ranting dan cucu ranting.
Ia juga menilai perkembangan bonsai di Madura cukup pesat. Menurutnya, empat kabupaten di Madura memiliki banyak bonsai berkelas dan memiliki karakter tersendiri.
“Bonsai adalah ekonomi kreatif. Benda biasa, jika ditangani tangan terampil dan imajinasi kuat, nilainya bisa sangat tinggi,” pungkasnya.
Penyelenggaraan Pamnas Bonsai 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Pamekasan sebagai tuan rumah kegiatan bonsai berskala nasional, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, penginapan, hingga perdagangan tanaman dan bahan bonsai untuk ikut merasakan dampak ekonomi dari kedatangan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah.
