Dampak bagi Mahasiswa
Dampak dari menunda tugas sangat terasa bagi saya. Ketika tugas menumpuk, saya harus mengerjakannya dengan terburu-buru dan begadang hingga pukul dua pagi. Kondisi tersebut membuat tubuh menjadi lelah dan hasil pekerjaan menjadi tidak maksimal. Tulisan menjadi kurang teliti dan banyak kesalahan ketik karena dikerjakan dalam keadaan mengantuk. Malika (2025) juga menyebutkan bahwa prokrastinasi dapat menurunkan produktivitas dan menyebabkan kelelahan fisik. Ketika mengerjakan tugas secara terburu-buru, proses belajar yang seharusnya saya dapatkan menjadi hilang. Saya hanya fokus untuk menyelesaikan agar dapat mengumpulkan tepat waktu, bukan untuk memahami materinya.
Selain itu, pola tidur menjadi tidak teratur. Waktu yang seharusnya digunakan untuk istirahat pada pukul sepuluh malam, justru digunakan untuk mengejar tugas yang tertunda. Akibatnya, keesokan harinya saya merasa mengantuk saat mengikuti perkuliahan dan sulit berkonsentrasi. Kondisi ini pada akhirnya merugikan saya sendiri dan menunjukkan bahwa mengumpulkan tugas tepat waktu merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai mahasiswa.
Mengatur Waktu Belajar
Upaya pertama yang sedang saya terapkan adalah membuat jadwal belajar. Saya mencatat semua tenggat tugas di catatan telepon, sehingga saya memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Selanjutnya, saya mencoba membagi tugas berat menjadi beberapa bagian. Misalnya, untuk tugas pembuatan makalah lima halaman, saya membaginya menjadi beberapa tahap. Hari pertama saya fokus mencari referensi, hari kedua membuat kerangka, dan hari ketiga baru mulai menulis isinya. Metode ini membuat tugas terasa lebih ringan.
