LPM INSTIBA Diterpa Krisis Kepercayaan, Mahasiswa Pertanyakan Independensi dan Profesionalisme Pimpinan

Rahmawati, ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut Bahri Asyiq (INSTIBA) Bangkalan tahun 2026. (Foto : Istimewa).

Pers mahasiswa sejatinya lahir sebagai instrumen kontrol sosial, bukan sekadar corong informasi. Karena itu, independensi, keberimbangan, dan keberanian mengedepankan kepentingan publik kampus harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan redaksi.

Hingga berita ini ditulis, pihak LPM INSTIBA belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kritik mahasiswa mengenai konsistensi pemberitaan, independensi redaksi, dan profesionalisme pengelolaan lembaga pers kampus tersebut.

Exit mobile version