IMM Sumenep Soroti Kasus Pembuangan Bayi di Desa Kolor, Polisi Ungkap Kondisi Korban

Bayi perempuan ditemukan di salah satu rumah warga, (Foto : Istimewa).

Sumenep — Kasus pembuangan bayi di Desa Kolor, Kabupaten Sumenep, memicu perhatian publik dan sorotan berbagai pihak. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumenep menilai peristiwa tersebut sebagai cermin rapuhnya sistem perlindungan sosial di daerah.

Ketua Umum IMM Sumenep, Moh. Ridho Ilahi Robbi, mengatakan kejadian itu tidak hanya bisa dilihat sebagai tindak kriminal, tetapi juga tragedi kemanusiaan yang menunjukkan adanya tekanan sosial terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

“Ketika seorang ibu memilih membuang bayinya, pasti ada tekanan sosial, ketakutan, stigma, dan keterasingan yang bekerja di belakangnya. Di titik itu, pertanyaan mendasar muncul: di mana negara sebelum tragedi itu terjadi,” ujar Ridho dalam keterangan tertulisnya.

Ia menilai pemerintah daerah, terutama Dinas Sosial, perlu memperkuat peran deteksi dini dan pendampingan terhadap masyarakat rentan agar kasus serupa tidak berulang.

“Perlindungan anak tidak cukup hanya berbentuk regulasi, tetapi harus hadir secara nyata dan preventif di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Polres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto membenarkan penemuan bayi tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga dan melakukan pengamanan serta pendataan saksi.

“Petugas telah melakukan pengamanan lokasi, mencatat keterangan para saksi, serta memastikan kondisi bayi,” kata Anang sebagaimana terlansir dalam Kompas.com.

Exit mobile version