“Distribusi dan kualitas kepemimpinan kepala sekolah menjadi perhatian serius. Begitu pula sarana dan prasarana harus terus dibenahi agar proses belajar mengajar berjalan optimal,” imbuhnya.
Selain itu, Nur Hakim juga mendorong para guru, baik ASN maupun PPPK, untuk terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen pendidikan.
“Keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kolaborasi semua pihak, termasuk para guru, untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan merata,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, Moh Musleh, menilai momentum Hardiknas harus menjadi ajang refleksi untuk terus melakukan pembenahan sistem pendidikan. Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru menjadi prioritas melalui pelatihan, pembinaan, dan penguatan karakter.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Kualitas mereka sangat menentukan arah masa depan generasi kita,” katanya.
Musleh juga mengapresiasi kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan nilai pembinaan bagi tenaga pendidik.
Di sisi lain, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Konang, Ervan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Dengan soliditas yang kuat antar guru dan kepala sekolah, kami optimistis berbagai tantangan pendidikan dapat dihadapi secara bersama,” ungkapnya.
