Bangkalan — Memasuki musim tanam, Dinas Pertanian Bangkalan memastikan ketersediaan pupuk subsidi berada dalam kondisi aman dan terkontrol. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, yang menegaskan bahwa distribusi pupuk hingga saat ini berjalan tanpa hambatan dan stok yang tersedia dinilai mencukupi kebutuhan petani di seluruh kecamatan.
Menurutnya, pemenuhan pupuk subsidi menjadi fokus agar aktivitas pertanian berjalan optimal dan tidak terjadi keterlambatan masa olah tanah.
“Berdasarkan data resmi, untuk pupuk Urea, jatah tahun ini mencapai 20.600 ton, dan sudah tersalurkan 12.500 ton. Artinya, masih ada 8.100 ton yang siap kami distribusikan kepada petani penerima manfaat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa stok pupuk NPK juga dalam kondisi aman.
“Untuk pupuk NPK, total alokasinya 12.600 ton, dengan realisasi 8.100 ton. Masih tersisa 4.500 ton yang dapat langsung digunakan petani sesuai kebutuhan,” imbuhnya.
Tidak hanya stok, kesiapan jalur distribusi turut menjadi perhatian. Chk Karyadinata memastikan seluruh unsur penunjang distribusi mulai dari tenaga bongkar muat hingga armada pengangkut telah disiagakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan, kelangkaan semu, maupun keterlambatan penyaluran di tingkat kios dan kelompok tani.
“Dari sisa alokasi yang ada, semuanya sudah kami antisipasi. Kuli angkut tersedia, armada lengkap, dan koordinasi dengan kios-kios resmi dibawah juga terus kami lakukan. Dengan begitu, distribusi bisa berjalan lancar dan tepat sasaran,” tegasnya.
