Di Tengah Popularitas Fast Food, Mahasiswa UTM Mengajak Anak-anak Keleyan Mengenal Pangan Lokal

Mahasiswa FKIP Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersama siswa SDN Keleyan 2 usai kegiatan edukasi tentang pangan sehat dan pengenalan pangan lokal di Desa Keleyan, Bangkalan. (Foto: Jatiminfo.id).

Salah satu dosen pendamping, Fajar Luqman Tri Ariyanto, mengatakan bahwa kesadaran dalam memilih makanan tidak dapat dibangun secara instan.

Menurut dia, pengenalan mengenai makanan dan manfaatnya perlu dimulai sejak usia dini agar anak-anak memiliki pemahaman dasar sebelum menentukan kebiasaan konsumsi mereka sendiri.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya mengetahui makanan yang mereka konsumsi, tetapi juga mulai memiliki kesadaran untuk memilih makanan yang lebih baik bagi tubuh,” ujarnya.

Respons positif juga datang dari pihak sekolah.

Salah seorang guru TK Dharma Wanita Persatuan 01 Keleyan menilai kegiatan tersebut membantu anak-anak memahami pentingnya memilih makanan melalui cara yang lebih menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka.

“Anak-anak biasanya tertarik pada makanan karena rasa dan bentuknya. Melalui kegiatan seperti ini, mereka mulai diperkenalkan bahwa makanan juga perlu dipilih berdasarkan manfaatnya bagi tubuh. Cara penyampaiannya sesuai dengan dunia anak-anak, sehingga mereka lebih mudah memahami,” ujarnya.

Menurut dia, pengenalan pangan lokal seperti jagung juga penting untuk memperluas pemahaman anak-anak bahwa makanan bergizi tidak selalu mahal ataupun harus berasal dari produk yang populer.

“Kami berharap pemahaman yang diperoleh anak-anak tidak berhenti di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga,” katanya.

Bagi para mahasiswa, kegiatan di Desa Keleyan itu bukan sekadar penyampaian materi tentang dampak konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan.

Exit mobile version