Opini  

Darurat Mental Generasi Muda Sebagai Penerus Bangsa

Ahmad Syarif Hidayat.

Organisasi Kesehatan Dunia menjelaskan bahwa tekanan sosial, pengalaman buruk, perundungan, dan lingkungan keluarga yang tidak mendukung dapat meningkatkan kerentanan remaja terhadap masalah kesehatan mental (World Health Organization [WHO], 2025). Pandangan tersebut menegaskan bahwa kesehatan mental terbentuk melalui interaksi berbagai faktor, baik pribadi maupun lingkungan. Oleh karena itu, keluarga dan lembaga pendidikan perlu menciptakan ruang aman agar anak muda dapat menyampaikan perasaan yang sedang dirasakan tanpa takut disalahkan.

Pengaruh Media Sosial

Media sosial memberikan manfaat sebagai sarana komunikasi, pembelajaran, dan pengembangan kreativitas. Akan tetapi, penggunaan yang tidak seimbang dapat menimbulkan tekanan psikologis, terutama ketika seseorang terus membandingkan kehidupannya dengan pencapaian orang lain. Unggahan mengenai prestasi, penampilan, maupun gaya hidup sering menampilkan sisi baik seseorang tanpa memperlihatkan sisi buruk yang sedang dialami. Akibatnya, pengguna dapat merasa tertinggal atau menganggap dirinya tidak cukup berhasil. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa literasi digital harus mencakup kemampuan memahami dampak emosional dari informasi yang didapatkan.

Selain perbandingan sosial, komentar negatif dan perundungan daring dapat memperburuk rasa aman serta kepercayaan diri seseorang. Generasi muda perlu memahami bahwa jumlah pengikut, tanda suka, dan popularitas digital tidak menentukan nilai dirinya sebagai manusia. Orang tua sebaiknya mengajarkan penggunaan teknologi yang sehat. Kebiasaan mengatur waktu, menjaga privasi, memilih konten yang bermanfaat, serta membangun interaksi langsung dengan orang lain dapat membantu menciptakan rasa percaya diri. Dengan demikian, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai alat pengembangan diri, bukan sebagai sumber tekanan yang berdampak terhadap mental seseorang.

Exit mobile version