Opini  

Dari Desa untuk Bangkalan: Ketika Latar Belakang Hilang Dibalik Kursi Komando Kekuasaan

M Johan.

Berangkat dari Desa untuk Bangkalan, dalam tulisan ini dimurnikan sebagai istilah analitis penulis, bukan slogan resmi ataupun narasi politik yang dilembagakan. Istilah ini digunakan untuk membaca relasi antara latar belakang sosial seorang pemimpin yang lahir dari pengalaman desa dengan arah dan orientasi kebijakan publik yang dijalankan di tingkat kabupaten.

Satu tahun kepemimpinan di Kabupaten Bangkalan semestinya menjadi fase awal untuk menilai arah pembangunan daerah. Terlebih ketika bupati yang memimpin memiliki latar belakang sebagai mantan kepala desa. Secara simbolik dan sosiologis, posisi ini seharusnya menjadi jembatan antara pengalaman lapangan dengan perumusan kebijakan. Namun hingga tahun pertama berjalan, persoalan struktural Bangkalan masih tampak menonjol.

Angka kemiskinan relatif tinggi, ketertinggalan pendidikan belum menunjukkan perbaikan signifikan, sementara keterbatasan anggaran daerah belum sepenuhnya diarahkan pada kebutuhan paling mendesak masyarakat desa. Persoalannya bukan semata ada atau tidaknya kebijakan, melainkan sejauh mana kebijakan tersebut mampu menyentuh akar persoalan.

Dalam konteks ini, latar belakang desa sering dipahami sebagai kedekatan sosial dengan realitas rakyat kecil. Secara sosio-historis, pengalaman memimpin di desa seharusnya membentuk sensitivitas terhadap ketimpangan struktural dan menjadi modal untuk melahirkan kebijakan yang berpihak. Dalam praktiknya, sejumlah kebijakan memang telah dihadirkan, namun masih bersifat terbatas, parsial, dan belum terintegrasi dalam kerangka pembangunan yang secara konsisten memprioritaskan desa sebagai subjek perubahan.

Exit mobile version