Bangkalan — Dalam upaya mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045, Puskesmas Tragah melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah di seluruh wilayah kerjanya.
Program ini merupakan bagian dari 8 Program Hasil Cepat Terbaik (PHCT), salah satunya menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta didik.
Kepala Puskesmas Tragah, Vivin Sufianti, menjelaskan bahwa sasaran kegiatan CKG Sekolah mencakup tiga kelompok, yakni:
- Peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 12 sederajat di sekolah negeri, swasta, dan pesantren.
- Anak usia 7–17 tahun yang tidak bersekolah.
- Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
“Pelaksanaan CKG bagi peserta didik dilakukan langsung di sekolah masing-masing, sementara bagi anak usia 7–17 tahun di luar satuan pendidikan dilaksanakan di Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP),” jelas Vivin. Kamis, (20/11/2025).
Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan sejak dini, mendeteksi kondisi pra-penyakit, menemukan penyakit lebih awal agar dapat ditangani secara cepat dan tepat, serta mencegah komplikasi, kecacatan hingga risiko kematian.
Hingga kini, Puskesmas Tragah telah melaksanakan pemeriksaan di 23 sekolah dasar (SD), 10 sekolah menengah pertama (SMP), dan 3 sekolah menengah atas (SMA) dengan total 4.023 peserta. Rinciannya meliputi 2.778 anak SD, 963 anak SMP, dan 282 anak SMA.
