BBM Langka Lebih Sebulan, Ekonomi Kepulauan Sumenep Terancam Lumpuh

Ilustrasi BBM Langka. (Foto: Istimewa).

Sumenep – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda sejumlah wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Krisis pasokan yang telah berlangsung lebih dari sebulan itu tidak hanya menyulitkan warga dalam memperoleh BBM, tetapi juga mulai mengganggu berbagai sektor vital, mulai dari distribusi kebutuhan pokok hingga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Wilayah terdampak meliputi Kepulauan Kangean, Raas, dan Masalembu. Di daerah-daerah tersebut, warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM, sementara harga di tingkat pengecer terus merangkak naik, jauh dari harga normal.

Sejumlah pihak menduga terganggunya distribusi energi ini tidak lepas dari dinamika global. Memanasnya situasi geopolitik internasional—melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat—ditengarai ikut memicu ketidakstabilan harga minyak dunia. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebut turut memperberat biaya distribusi BBM ke wilayah kepulauan yang secara geografis memang bergantung pada transportasi laut.

Di tengah kondisi tersebut, kritik terhadap pemerintah daerah mulai bermunculan. Salah satu pemuda kepulauan, Ach. Fauzi Arif, menilai hingga kini belum ada langkah konkret yang dirasakan masyarakat untuk mengatasi krisis tersebut.

“Atas nama pemuda kepulauan, kami berharap pemerintah segera turun melakukan sidak dan memastikan distribusi BBM berjalan normal. Masyarakat benar-benar merasa dianaktirikan dengan kondisi yang semakin sulit seperti sekarang,” ujarnya. Kamis, (14/5/2026).

Exit mobile version