Bangunan Dana Bencana di Desa Kokop Ambruk, Camat Kokop Akui Rabat Beton Rusak Dua Kali

Kondisi darurat jalan poros Desa yang terletak di Desa Kokop, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan ambruk diduga tak tertangani dengan baik. (Foto : Jatiminfo.id,2025).

Bangkalan – Ambruknya jalan rabat beton di Dusun Torsobih, Desa Kokop, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, kembali menuai sorotan publik. Pasalnya, jalan yang baru saja diperbaiki itu kembali rusak hanya dalam hitungan hari.

Camat Kokop, Yahya, membenarkan bahwa ambruknya rabat beton tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia mengakui, kerusakan sudah terjadi sebanyak dua kali dan disebabkan oleh faktor bencana alam berupa pergeseran tanah.

“Ambruknya bukan pertama kali, tapi sudah dua kali. Ini murni karena faktor bencana alam,” kata Yahya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, pembangunan rabat beton tersebut bersumber dari dana bencana yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, saat ditanya terkait besaran anggaran proyek, Camat Kokop mengaku tidak mengetahui nilainya.

“Itu dibangun dari dana bencana melalui BPBD. Kalau anggarannya saya tidak tahu, mas,” ujarnya.

Yahya memaparkan, kejadian pertama terjadi pada Desember 2025 akibat longsor yang merusak sekitar 8 meter badan jalan. Perbaikan kemudian dilakukan dan diklaim telah rampung 100 persen pada 31 Desember 2025.

Namun, belum genap sepekan, tepatnya pada 3 Januari 2026, rabat beton tersebut kembali ambruk. Hujan dengan intensitas tinggi disebut memicu pergeseran tanah sehingga struktur jalan kembali rusak.

“Karena hujan deras, tanahnya bergeser lagi. Yang ambruk hanya rabat betonnya,” ungkapnya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas penanganan pascabencana, mengingat perbaikan yang dilakukan tidak mampu bertahan lama. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait langkah lanjutan atau evaluasi teknis atas kegagalan perbaikan tersebut.

Exit mobile version