Badko HMI Jatim Tantang Komitmen Gerindra Berantas Mafia BBM di Tengah Ancaman Krisis Global

M. Nurus Syamsi, Ketua Bidang Kajian dan Kebijakan Strategis Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur. (Foto : Jatiminfo.id).

Surabaya – Stabilitas energi nasional kini berada di titik nadir akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas. Badko Jatim ambil sikap menantang Komitmen Gerindra dalam memberantas praktik BBM ilegal di Jawa Timur.

Di saat ketegangan antara Iran-Israel serta keterlibatan Amerika Serikat mengancam jalur logistik minyak dunia di Selat Hormuz, praktik mafia BBM di dalam negeri menjadi bentuk nyata pengkhianatan terhadap kedaulatan negara.

Kondisi ini menuntut pengawasan distribusi energi bersubsidi bukan lagi sekadar urusan administratif, melainkan benteng terakhir pertahanan ekonomi rakyat Jawa Timur yang harus dijaga demi stabilitas nasional.

M. Nurus Syamsi, Ketua Bidang Kajian dan Kebijakan Strategis Badko Himlunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur menegaskan, bahwa setiap tetes solar subsidi yang bocor ke tangan mafia adalah bentuk sabotase terhadap fiskal negara.

“Saat dunia cemas dengan blokade Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga energi, kita di Jawa Timur justru masih berkutat dengan kebocoran distribusi akibat ulah mafia. Ini adalah pengkhianatan. Jika Gerindra serius ingin mengawal ini, maka taring politik mereka harus mampu menghancurkan struktur mafia dari hulu ke hilir,” ujarnya. Kamis, (07/05/2026).

Keresahan ini bukan tanpa alasan, mengingat bukti nyata kebocoran tersebut kini tersaji telanjang di depan mata, seperti insiden tumpahan solar yang membanjiri jalanan di Arosbaya, Bangkalan baru-baru ini. Ceceran bahan bakar yang membahayakan nyawa pengguna jalan tersebut bukan sekadar masalah teknis kendaraan, melainkan indikasi kuat adanya aktivitas pengangkutan BBM ilegal yang dilakukan secara serampangan.

Exit mobile version