Sumenep – Viralnya kisah hidup Ibu Suray, seorang lansia sebatang kara yang tinggal di kandang reyot di pelosok Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, ternyata membuka persoalan yang lebih besar dari sekadar empati publik di media sosial.
Di balik ramainya perhatian warganet setelah aksi sosial kreator konten Dullo Sampang, muncul fakta bahwa rumah Ibu Suray sebelumnya sudah pernah diajukan untuk mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun hingga kini bantuan tersebut disebut tak pernah terealisasi.
Kepala Desa Jaddung, Kusnadi, mengaku pihak desa sudah berupaya mengusulkan bantuan RTLH untuk Ibu Suray, tetapi tidak pernah mendapatkan realisasi dari pihak terkait.
“Alhamdulillah cukup membantu sekali ke masyarakat yang mendapatkan hasil perjuangan Dullo. RTLH sudah diajukan tidak pernah dapat,” ujar Kusnadi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. Senin, (4/5/2026).
Pernyataan itu menjadi sorotan publik, terlebih saat ini proses pembangunan rumah Ibu Suray justru berjalan melalui bantuan masyarakat dan donasi warganet.
Kisah pilu Ibu Suray pertama kali mencuat setelah sebuah video memperlihatkan kesehariannya tinggal di bangunan rapuh yang nyaris roboh. Tempat tinggal tersebut selama bertahun-tahun menjadi satu-satunya tempat berteduh bagi lansia tersebut.
Video itu kemudian sampai ke tangan Dullo Sampang, kreator konten sosial asal Sampang yang dikenal aktif membantu warga kurang mampu melalui platform TikTok.
