“Semoga Satgas ini mampu menjadi garda terdepan menjaga kenyamanan dan keselamatan siswa. Kami berterima kasih kepada Tim KKNT UTM atas pendampingannya,” ujarnya.
Ke depan, Satgas Anti-Bullying dan Kekerasan akan menjalankan berbagai fungsi strategis, mulai dari pengawasan, edukasi berkala, penanganan dan mediasi konflik, hingga pelibatan orang tua dalam forum komunikasi keluarga–sekolah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara tiga elemen penting: sekolah, siswa, dan keluarga.
Dengan terbentuknya Satgas ini, kedua sekolah berharap terciptanya budaya positif yang benar-benar terasa dalam aktivitas belajar mengajar, serta mampu menekan angka perundungan semaksimal mungkin. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam membangun ruang pendidikan yang lebih aman, inklusif, dan berpihak pada kesejahteraan siswa.
