Lomba yang digelar meliputi cipta puisi, cipta cerpen, cipta poster kreatif, baca puisi, hingga bazar karya siswa. Para pemenang lomba tingkat sekolah mendapatkan apresiasi sebagai bentuk motivasi untuk terus berkarya di bidang sastra dan seni.
Bidang Kesiswaan, Agus, turut mengapresiasi antusiasme siswa yang dinilai sangat tinggi.
“Partisipasi siswa luar biasa. Mereka bersemangat mengikuti berbagai lomba, dan kami bisa melihat banyak potensi yang sebelumnya belum terlihat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi kompetisi semata, tetapi juga sarana pengembangan karakter dan ekspresi diri siswa.
“Ternyata banyak anak yang memiliki bakat seni dan literasi. Dengan kegiatan seperti ini, sekolah dapat mengenali dan membina potensi tersebut,” imbuhnya.
Ke depan, sekolah berencana menambah ragam perlombaan dengan memasukkan lomba mendongeng dan pidato bahasa Madura, serta puisi berbahasa daerah guna memperkuat identitas budaya lokal.
“Kami ingin kegiatan ini semakin berkembang. Tahun depan, Insyaallah lombanya lebih bervariasi dan bisa digabung dengan peringatan HUT Bangkalan,” kata Ibu Nurul.
Sinergi antara guru, siswa, dan mahasiswa ASMEN UTM menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Bulan Bahasa 2025 di SMPN 3 Kamal. Kegiatan ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang hidup, inspiratif, dan berbudaya.
“Mahasiswa ASMEN tidak hanya membantu mengajar, tapi juga membimbing OSIS dalam membuat kegiatan. Sekolah jadi lebih hidup dan penuh kegiatan positif setiap bulannya,” tutur Ibu Nurul.
