Menurutnya, bimbingan bagi calon pengantin sebelum memasuki rumah tangga juga bisa menjadi momentum untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pohon yang ditanam calon pengantin ini dapat tumbuh bersama perjalanan kehidupan rumah tangga mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Tuban Akhmat Iswoyo, S.H.I., M.M., sangat mengapresiasi kolaborasi tersebut. Pasalnya, bimbingan perkawinan yang dipadukan dengan semangat ekoteologi merupakan yang pertama kali dilakukan ia lakukan.
“Biasanya hanya sebatas bimbingan perkawinan. Namun kali ini dikolaborasikan dengan kegiatan lingkungan. Ini yang pertama dan berbeda,” ungkapnya.
Ia juga menilai, kolaborasi dengan Unirow memiliki sejumlah kesamaan dalam tujuan maupun program pemberdayaannya. Sehingga kesamaan tersebut dapat kekuatan untuk mengembangkan program bersama. Kolaborasi ini juga bisa menjadi contoh sekaligus daya tarik bagi masyarakat.
“Kami juga melihat program pemberdayaan yang ada ternyata memiliki kesamaan, jadi ini bisa menjadi contoh sekaligus daya tarik bagi masyarakat,” ujarnya.
Seusai kegiatan penanaman pohon, para calon pengantin mengikuti bimbingan perkawinan dengan berbagai materi yang berkaitan dengan kesiapan memasuki rumah tangga. Materi kesehatan dan persiapan kehidupan keluarga disampaikan oleh perwakilan Dinas Kesehatan, meliputi kesehatan reproduksi, persiapan kehamilan, pencegahan stunting, serta pemenuhan gizi bagi calon pengantin.
