Program ini memanfaatkan alarm yang telah diatur sejak awal masa pengobatan sebagai pengingat bagi pasien untuk rutin mengonsumsi obat anti tuberkulosis (OAT).
“Ketidakpatuhan minum obat menjadi tantangan utama dalam penanganan TB. Dengan adanya alarm pengingat, pasien diharapkan lebih disiplin sehingga pengobatan tuntas dan risiko resistensi obat bisa ditekan,” jelasnya.
ARAMPAK SONG-OSONG LOMBUNG: Gerakan Bersama Peduli Kesehatan Jiwa inovasi lain yang digagas adalah Arampak Song-Osong Lombung, sebuah gerakan kolaboratif dalam program kesehatan jiwa.
Program ini menekankan bahwa penanganan gangguan kesehatan jiwa bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Melalui gerakan ini, kami ingin membangun kepedulian bersama. Kesehatan jiwa bukan hanya urusan petugas kesehatan, melainkan tanggung jawab kolektif masyarakat dalam pencegahan dan penanganannya,” tutur Zaitun.
TANCAP GAS: Tingkatkan Cakupan Imunisasi. Sementara itu, inovasi TANCAP GAS (Peningkatan Cakupan Imunisasi melalui Gerakan Kader Cerdas Dasawisma) difokuskan pada edukasi kader PKK agar mampu menyampaikan pentingnya imunisasi kepada masyarakat secara lebih luas.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua untuk melengkapi imunisasi anak serta mendukung pencapaian target imunisasi di wilayah Kecamatan Kokop.
“Kami memberdayakan kader sebagai ujung tombak di masyarakat. Dengan edukasi yang tepat, informasi tentang pentingnya imunisasi dapat tersampaikan secara masif dan berkelanjutan,” katanya.
