Tak Ditemui Kapolres Bangkalan, WPK Nyatakan Kekecewaan dan Tinggalkan Ruang Audiensi

Jajaran insan pers yang tergabung dalam Wartawan Peduli Keadilan (WPK) usai meninggalkan ruang audiensi saat melakukan konferensi pers di depan Mapolres Bangkalan, (Foto : Jatiminfo.id,2025).

Supriadi, Pemimpin Redaksi Jatiminfo.id, sekaligus korban Curanmor juga menilai ketidakhadiran Kapolres sebagai hal yang patut dicatat oleh WPK, dan bahkan ini merupakan penyambutan yang kurang baik bagi kehadiran rekan-rekan media.

“Tidak hadirnya Kapolres Bangkalan dalam audensi yang digelar oleh WPK, tentu adalah bentuk kekecewaan bagi kami. Dan hari ini adalah catatan sejarah bagi Wartawan Peduli Keadilan,” tegasnya.

Sementara itu, Robin dari jurnalhukumindonesia.com menjelaskan, kedatangan WPK semata-mata untuk mengetahui progres sejumlah perkara yang dinilai mandek di Polres Bangkalan.

“Sebenarnya kehadiran kami ini hanya ingin menanyakan dan mengetahui secara umum progres beberapa perkara yang selama ini kami anggap mangkrak di Polres Bangkalan,” ujarnya.

Menurutnya, penyampaian informasi tersebut penting agar publik mendapatkan kepastian mengenai penanganan kasus serta memastikan proses hukum berjalan akuntabel dan transparan.

“Informasi itu penting agar publik tahu sejauh mana penanganannya, sehingga proses hukum bisa benar-benar akuntabel dan transparan,” terangnya.

Kendati pertemuan tertunda, WPK menegaskan akan menjadwalkan ulang audiensi tersebut dan berharap Kapolres dapat hadir secara langsung untuk mendengar aspirasi serta masukan dari para insan pers yang tergabung dalam Wartawan Peduli Keadilan (WPK) Bangkalan.

Exit mobile version