Menurut informasi yang diperoleh, kehamilan pertama diduga terjadi pada tahun 2025 saat usia kandungan sekitar tiga bulan. Kemudian pada Februari 2026, AF kembali diduga melakukan tindakan serupa.
Perbincangan mengenai kasus ini semakin meluas setelah AF dikabarkan berangkat ke Kota Sumenep pada 14 Februari 2026 untuk mencari bantuan melakukan aborsi terhadap kandungan yang disebut telah berusia sekitar lima bulan.
“Setibanya di daratan Sumenep, AF disebut mencari dukun untuk melakukan aborsi,” kata sumber tersebut.
Informasi itu, lanjutnya, mulai menyebar setelah seorang sahabat AF berinisial IS diduga menceritakan rencana tersebut kepada pihak lain.
Di sisi lain, rumah tangga DK disebut telah lama diterpa isu terkait hubungannya dengan AF. Menurut sumber yang sama, sang istri sebenarnya telah mengetahui dugaan hubungan tersebut, namun memilih tidak mempublikasikan persoalan rumah tangganya.
“Istri DK sebenarnya sudah lama mengetahui hal itu, tetapi memilih diam,” ujarnya.
DSA bahkan disebut beberapa kali memperingatkan AF agar menjauh dari suaminya. Namun, peringatan tersebut dikabarkan tidak mendapat respons.
Ketika isu kedekatan mereka mulai ramai diperbincangkan di lingkungan sekolah, DK disebut sempat dimintai klarifikasi oleh salah satu rekan guru. Dalam keterangannya, DK dikabarkan mengakui pernah menjalin hubungan dengan AF, namun menyatakan hubungan tersebut telah berakhir sebelum Ramadan 2026.
