Sekolah Advokasi Digelar Dua Hari, BEM STAIDA Dorong Kesadaran Hak dan Kebijakan Kampus

Presma STAIDA Memberikan Cendramata Kepada Pemateri, Samsul Arif Marla yang menjabat anggota DPRD Bangkalan Komisi II. (Foto : Jatiminfo.id).

Sementara itu, materi teknik investigasi dan dokumentasi disampaikan oleh Munawwir, mantan Presiden Mahasiswa. Ia menekankan pentingnya keterampilan investigatif sebagai alat utama dalam mengungkap persoalan kebijakan dan praktik ketidakadilan.

“Data dan dokumentasi adalah senjata utama advokasi. Tanpa itu, gerakan akan mudah dipatahkan dan kehilangan legitimasi,” tegas Munawwir.

Pemateri lainnya, Dr. Jamil, menyampaikan materi tentang manajemen advokasi dan organisasi, yang menitikberatkan pada pengelolaan gerakan agar lebih terarah dan berkelanjutan. Sedangkan Fahmi Dawami mengulas analisis wacana kebijakan dan hukum, dengan menekankan kemampuan membaca regulasi secara kritis sebagai bekal utama mahasiswa dalam mengawal kebijakan kampus.

Melalui Sekolah Advokasi ini, BEM STAI Darussalam Bangkalan berharap lahir kader-kader mahasiswa yang tidak hanya vokal, tetapi juga cakap secara intelektual dan strategis dalam memperjuangkan hak serta kebijakan yang adil dan berpihak pada kepentingan publik.

“Kami ingin mencetak advokator muda yang berintegritas, berilmu, dan mampu menjadi kontrol sosial yang konstruktif,” pungkas Ahmad Fawaid.

Exit mobile version