“Kami bukan anti-pembangunan dan bukan anti-investasi. Yang kami kritisi adalah pembangunan yang mengabaikan manusia, budaya, dan lingkungan. Kalau pembangunan ingin disebut sebagai kemajuan, maka manfaatnya harus dirasakan masyarakat dan keberlanjutannya harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah tidak terburu-buru mengejar target investasi tanpa terlebih dahulu memastikan seluruh konsekuensi pembangunan telah dipetakan secara menyeluruh.
“Jangan sampai pembangunan yang katanya untuk masa depan justru merampas masa depan generasi Madura. Pertumbuhan ekonomi penting, tetapi masa depan manusia dan lingkungan jauh lebih penting,” pungkas Supriadi.
