Presiden Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan, Abdur Rohman, mengatakan bahwa diskusi publik tersebut menjadi ruang refleksi bersama atas perjalanan bangsa selama hampir tiga dekade reformasi.
“Reformasi bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi amanah perjuangan yang harus terus dijaga. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk tetap kritis, independen, dan hadir sebagai kekuatan moral dalam mengawal arah bangsa,” ujarnya.
Ia berharap forum diskusi tersebut mampu melahirkan gagasan-gagasan kritis serta membangun kesadaran kolektif generasi muda terhadap pentingnya menjaga demokrasi, keadilan hukum, dan keberpihakan negara kepada rakyat.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan dihadiri mahasiswa, akademisi, serta sejumlah elemen masyarakat yang aktif berdialog mengenai tantangan Indonesia pasca reformasi, mulai dari krisis kepercayaan publik, penegakan hukum, hingga masa depan demokrasi nasional.
