Bangkalan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dupok 1 Kecamatan Kokop, yang berada di bawah naungan Yayasan Langkah Bersama Kita (LBK), kembali menjadi sorotan tajam setelah dugaan puluhan siswa keracunan usai santap makanan yang diberikan.
Program MBG yang digagas pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar, justru menjadi petaka. Setelah didalami, sedikitnya 80 lebih siswa dari sejumlah lembaga pendidikan dilaporkan mengalami keracunan, pada Kamis, 04 Juni 2026.
Para siswa tersebut berasal dari SMAN 1 Kokop, MTs Bandasoleh, dan SDN 1 Bandasoleh. Sebagian korban telah dipulangkan untuk menjalani rawat jalan, sementara beberapa lainnya masih dalam penanganan medis untuk memastikan kondisi kesehatannya pulih sepenuhnya.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius mengenai standar keamanan komposisi makanan yang disajikan kepada siswa. Program yang menyasar peserta didik semestinya menjadi instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan justru menghadirkan ancaman bagi kesehatan para generasi.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Kokop (PMK), Sohibaturrohim menyampaikan kritik keras terhadap pengelola dapur yang kini menjadi sorotan.
“Ini bukan sekadar insiden biasa. Jika benar dugaan keracunan ini bersumber dari makanan MBG, maka ada mata rantai pengawasan yang gagal bekerja. Program yang dirancang untuk menciptakan gizi kesehatan bagi pelajar justru berubah menjadi ancaman keselamatan mereka,” ujar Sohib. Sabtu, (06/06/2026).
