Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelatihan kepramukaan yang selama ini telah dilaksanakan di lingkungan sekolah.
“Selama tiga hari peserta ditempa melalui berbagai kegiatan yang mendidik, melatih kemandirian, kekompakan, hingga kepedulian sosial. Kami berharap pengalaman ini dapat membentuk pribadi siswa yang lebih bertanggung jawab, berani, dan memiliki rasa persaudaraan yang kuat,” tambahnya.
Berbagai kegiatan menarik dan edukatif dilaksanakan dalam PRASCAMP 3D, di antaranya survival untuk melatih daya tahan fisik dan mental serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Selain itu, peserta juga mendapatkan siraman rohani yang diisi langsung oleh Lora Muhammad Nawawi Abdurrosyid dengan materi keagamaan dan motivasi spiritual.
Kegiatan semakin semarak dengan adanya outbound yang bertujuan membangun kerja sama tim dan rasa percaya diri peserta, penampilan yel-yel antar sangga untuk menumbuhkan kekompakan, hingga pentas seni sebagai wadah pengembangan bakat dan kreativitas siswa.
Salah satu momen yang paling berkesan dalam kegiatan tersebut adalah prosesi lentera atau pelepasan lampion bersama yang sarat makna harapan dan doa untuk masa depan yang lebih baik.
Tak hanya itu, malam api unggun juga menjadi simbol persaudaraan dan semangat kebersamaan antar peserta. Nyala api unggun dimaknai sebagai semangat juang dan energi positif yang diharapkan terus menyala dalam diri setiap anggota Pramuka setelah kegiatan berakhir.
