Melalui buku saku visual tersebut, setiap hasil pemeriksaan gula darah pasien dicatat secara sistematis, dilengkapi indikator warna dan kolom pemantauan berkala. Buku dapat dibawa setiap kali pasien berkunjung ke fasilitas kesehatan sehingga memudahkan tenaga medis memantau perkembangan kadar gula darah secara berkelanjutan.
Menurut Anita, SI NOVAL sejalan dengan penguatan fungsi puskesmas dalam pelayanan promotif dan preventif.
“Kami optimistis inovasi ini mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit secara berkelanjutan. Dengan pencatatan yang sistematis dan visual, pasien dapat lebih memahami kondisi kesehatannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian diabetes tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga pada kesadaran dan kedisiplinan pasien dalam menjalani terapi dan kontrol rutin.
“Inovasi ini memang sederhana, tetapi kami yakin dampaknya besar bagi peningkatan kualitas hidup pasien,” tegasnya.
Ke depan, SI NOVAL direncanakan akan dikembangkan dalam bentuk digital guna meningkatkan efisiensi serta integrasi data pelayanan. Digitalisasi ini diharapkan mampu menghadirkan sejumlah keunggulan, di antaranya pencatatan dan pemantauan data secara real-time, integrasi dengan sistem rekam medis elektronik, penyediaan analisis tren perkembangan gula darah pasien, hingga peningkatan kecepatan dan ketepatan pelayanan.
“Kami sedang menyiapkan tahapan pengembangan ke arah digital. Harapannya, data pasien bisa dipantau secara real-time dan terintegrasi dengan rekam medis elektronik. Dengan demikian, evaluasi perkembangan gula darah bisa dilakukan lebih komprehensif dan berbasis data,” jelas dr. Anita.
