Kholilurrahman menegaskan, penilaian terhadap peserta tidak hanya berdasarkan penampilan fisik. Para finalis juga dinilai berdasarkan pengetahuan, wawasan budaya, pengalaman, kepribadian, serta motivasi untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tetap menjaga identitas budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kebanggaan terhadap budaya lokal, termasuk seni dan lagu-lagu tradisional Madura.
Selain menjadi media promosi, ajang tersebut diharapkan mampu menjadi wadah kegiatan positif bagi generasi muda sehingga dapat terhindar dari berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Akmalul Firdaus mengatakan, pemilihan duta daerah juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan kalangan pemuda.
Menurutnya, para duta daerah nantinya dapat membantu pemerintah memperkenalkan berbagai potensi Pamekasan melalui jejaring dan berbagai platform media.
Firdaus menambahkan, terdapat kebijakan baru dalam pelaksanaan tahun ini, yakni mengintegrasikan Pemilihan Kacong Cebbing dengan Putra-Putri Batik Pamekasan dalam satu rangkaian kegiatan.
Langkah tersebut, kata dia, merupakan bagian dari efisiensi penggunaan APBD 2026 tanpa mengurangi kualitas pembinaan dan pelaksanaan kegiatan.
