“Dia baru datang dari perantauan, mas. Sudah tiga tahun di Surabaya,” ujar Abdul Hamid melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya
Abdul Hamid menambahkan, sebelumnya Pusinten pernah menerima beberapa bentuk bantuan sosial dari pemerintah.
“Dulu pernah dapat beras, bedah rumah, bahkan BLT satu kali. Setelah itu dia lama merantau ke Surabaya,” jelas Abdul Hamid melalui pesan suara dari salah satu perangkat desa nya.
Kisah Pusinten menjadi potret nyata masih banyaknya warga di pelosok Madura yang hidup dalam keterbatasan dan belum merasakan pemerataan program kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.
