“Ketika aktivitas penangkapan dilakukan sangat dekat dengan rompong milik nelayan lokal yang menggunakan alat modern yang berpotensi merusak ekosistem laut, tentu yang terjadi ketimpangan bagi nelayan lokal” ungkapnya
Muafi menambahkan. Disisi lain, nelayan lokal harus berhadapan dengan teknologi dan kemampuan tangkap yang berbeda. Kalau tidak ada aturan yang jelas dan pengawasan yang tegas, serta kesepakatan yang dihormati bersama, maka yang terjadi bukan lagi persaingan yang sehat bagi nelayan lokal.
“Jangan sampai nelayan Masalembu hanya menjadi penonton di lautnya sendiri” tambah Muafi
Pemerintah dan pihak berwenang perlu hadir, bukan untuk memusuhi nelayan dari luar, tetapi untuk mengatur, menertibkan, dan memastikan semua pihak mendapatkan ruang yang adil.
