Saya tidak anti investasi. Bangkalan butuh pertumbuhan ekonomi, butuh lapangan kerja, dan butuh pembangunan. Tapi investasi harus memanusiakan.
Masuknya modal besar ke Bangkalan adalah bagian dari skenario nasional. Kita tidak bisa menolak arus itu. Tapi kita bisa dan harus menentukan syaratnya: warga harus punya tanah yang aman secara hukum, punya keterampilan untuk bekerja, dan punya suara dalam menentukan arah pembangunan daerahnya.
Jika tidak, 10 tahun dari sekarang kita hanya akan melihat infrastruktur megah berdiri. Lalu kita bertanya dalam hati: “Ini dulu tanah siapa ya?”. Bangkalan bukan untuk dijual. Bangkalan untuk dijaga bersama.
Penulis:
Rohman, Mahasiswa Universitas Bhayangkara Surabaya, Kader Ikatan Mahasiswa Bangkalan (Ikamaba) Surabaya.
