Dalam audiensi tersebut, HIMAGA juga menawarkan kolaborasi dengan Polres Bangkalan melalui berbagai program edukatif. Beberapa program yang diusulkan antara lain sosialisasi di sekolah-sekolah, penyuluhan kepada masyarakat, kampanye edukasi melalui media sosial, serta diskusi publik yang melibatkan pelajar, orang tua, dan tokoh masyarakat. Program tersebut sejalan dengan agenda kerja Bidang Pemberdayaan Perempuan HIMAGA yang selama ini berfokus pada edukasi perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual.
Pihak Polres Bangkalan menyambut baik inisiatif yang dibawa HIMAGA. Dalam pertemuan tersebut, kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penanganan terhadap setiap laporan yang masuk sekaligus mendukung langkah-langkah preventif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kekerasan seksual.
Menurut pihak kepolisian, upaya pemberantasan kasus asusila tidak dapat dilakukan secara parsial. Selain penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku, diperlukan pula edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat memiliki pemahaman yang cukup mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, mekanisme pelaporan, serta pentingnya perlindungan terhadap korban.
Audiensi ini menghasilkan kesepahaman bahwa pencegahan merupakan langkah strategis yang harus diperkuat secara bersama-sama. Sinergi antara mahasiswa dan kepolisian diharapkan mampu menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak dan perempuan.
